Batik Tebingtinggi Ikon Batik Sumatera Utara

  • Whatsapp

Menjadikan Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara menjadi Kota Batik, rasanya tidaklah berlebihan. Pasalnya, daerah itu sangat kaya akan ornamen dan corak serta motif yang bisa dikembangkan dan pasti laku dijual. Namun, campur tangan pemerintah pusat masih sangat diharapkan agar cita-cita tersebut bisa menjadi kenyataan dan industri batik khas daerah Sumatera Utara tersebut dapat tumbuh dan berkembang.

Batik Tebingtinggi

Muat Lebih

Batik Tebingtinggi Sumatera Utara

Melalui Batik Khas Tebingtinggi, kekayaan budaya nasional yang ada di daerah-daerah akan dapat diperkenalkan melalui batik. Trend pakaian bermotif batik belakang ini memang menjadi kebutuhan baru bagi para fashoiner di tanah air. Bahkan budaya ciri khas Indonesia ini sangat digandrungi sampai ke mancanegara sehingga keberadaan pengrajin batik tanah air menjadi inspirator bagi sejumlah Kabupaten/Kota menggelar pelatihan batik, agar mampu menghasilkan batik bermotif khusus khas daerah masing masing.

Industri berbasis budaya daerah itu selain dapat mengangkat nama harum Sumatera Utara, juga sangat potensial untuk melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang sekaligus berperan memperkuat posisi ekonomi daerah yang berdampak positif terhadap ekonomi nasional.

Pemerintah Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan telah berupaya untuk melatih warga khususnya remaja putri Tebingtinggi agar bisa tampil dan terampil menghasilkan motif batik khusus kota lemang itu.

Hanya saja mewujudkan cita-cita luhur tersebut sering terbentur karena keterbatasan fasilitas. Selain itu, guna mendukung segala kegiatan, mereka masih harus mendatangkan seluruh peralatan dan bahan baku industri batik dari Pulau Jawa. Mulai dari kompor, kuali, centingan, zat pewarna, lilin sampai pada kain, masih harus diimpor dari Pulau Jawa

Motif batik bernuansa abstrak hasil karya warga Tebingtinggi dituangkan melalui kain jenis katun dengan motif bunga besar sembari menampilkan burung beo, tugu perjuangan 13 Desember, pohon bambu sebagai salah satu ikon kota lemang, geronak lemang dan esa hilang dua terbilang.

Dengan menampilkan ciri-ciri daerah diharapkan kehadiran batik tersebut akan semakin dapat diterima oleh masyarakat setempat dan sekaligus mampu menarik minat konsumen lokal untuk memilikinya. Tidak mustahil juga batik khas Tebingtinggi akan memperkaya khasanah budaya batik di Indonesia dan diharapkan turis-turis mancanegara akan tertarik juga untuk mengenakan batik Tebingtinggi.

Langkah ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengamankan program pemerintah One Village One Produk (OVOP). ’Inilah nanti salah satu produk unggulan Tebingtinggi. Motif batik tangan karya Tebingtinggi tersebut diharapkan tidak meniru corak daerah lain sehingga perlu untuk segera dipatenkan.

 

Batik Tebingtinggi Ikon Batik Sumatera Utara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code