Langkah Awal Politik Ganjar Pranowo

ganjar pranowo

Ganjar Pranowo lahir 28 Oktober 1968 di Karanganyar, Jawa Tengah, dan bersekolah dasar di SD Karanganyar yang kemudian pindah ke kota Kutoarjo, sampai menyelesaikan Sekolah Menengah Pertamanya. Sekolah Menengah Atas  diselesaikan di Yogyakarta di SMA BOPKRI, kemudian melanjutkan kuliah jurusan hukum di Universitas Gajah Mada. Bisa memasuki bangku kuliah adalah suatu barang mahal bagi keluarga Ganjar yang terbilang sederhana.

Sejak kuliah, Ganjar ikut bergabung dengan kegiatan mahasiswa, PALAPA. Ganjar Pranowo mendapatkan pelajaran dari diskusi yang sering diadakan oleh beberapa klub diskusi yang salah satunya adalah klub diskusi bernama GEMINI. Sedangkan klub diskusi yang dimiliki organisasi PALAPA bernama MAYESTIK 55. Sejak itulah Ganjar belajar mengenai ilmu politik yang ia dapatkan dari klub tersebut.

Sebelum aktif dalam organisasi dan dunia politik mahasiswa, layaknya mahasiswa biasa, Ganjar mengaku pernah menghabiskan waktunya di gelanggang mahasiswa Universitas Gajah Mada, yang sering mengadakan Pekan Raya Gajah Mada, yaitu sebuah aktivitas mahasiswa UGM untuk rakyat di Yogyakarta.

Dengan mendapatkan fasilitas dari kampus, tentu dapat mendukung segala aktivitas tersebut. Dengan seringnya Ganjar mengikuti aktivitas tersebut, ganjar mengaku dapat mengaktualisasikan dirinya untuk membuat aktivitas. Dari situlah Ganjar mengaku dapat sering bersinggungan dengan beberapa teman, tidak hanya dari Gerakan Mahasiswa Organisasi Mahasiswa.

Ganjar mengaku dari segala aktivitas yang ia ikuti dalam klub tersebut, ia mendapatkan ilmu pendidikan politik yang tidak ia dapatkan secara formal di fakultas hukum.

Langkah Awal Politik

Di tahun 1992, Ganjar mulai terjun kedunia politik dan untuk bertemu dengan Soetardjo Soerjoegoeritno dan beberapa aktivis mahasiswa dari beberapa Universitas di Kaliurang. Dan Ganjar semakin mengenal dunia politik setelah dirinya bertemu dengannya, salah satu mahasiswa seperjuangan, bernama weweko yang dianggapnya sebagai politik sejati.

Ganjar bercerita dirinya mulai dunia politik saat dirinya duduk di bangku kuliah dan ikut dalam organisasi kampus dan pertama kali bergabung dalam partai kampus yang diberi nama Gerakan Demokrat Kampus atau GEDEK bersama 4 orang temannya dari Fakultas Teknik. Sejak saat itulah dirinya mulai aktif dalam kampanye PDI ke jalan, yang kemudian bertemu Suryadi, Guruh dan Fatimah Soekarno Putra untuk ikut berkampanye di daerah Bantul.

Pada tahun 1994 Ganjar menyelesaikan studinya, namun baru dapat melaksanakan wisuda di tahun 1995, dikarenakan biaya yang mahal. Namun Ganjar kemudian dapat melaksanakan wisuda, setelah dirinya mendapatkan potongan harga dari pembayaran biaya wisuda. Di dalam keluarga, Ganjar Pranowo menjadi orang terakhir yang bisa menyelesaikan jenjang pendidikan hingga ke bangku kuliah, setelah adiknya yang justru lebih dulu menyelesaikan kuliahnya satu tahun lebih dahulu.

Ganjar mengaku sempat mengambil cuti kuliah selama 2 tahun untuk berkelana dan mengajar di SMP pada bidang kepecinta alaman, untuk menambah biaya kuliah. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan biaya yang dimiliki keluarganya.

Setelah lulus kuliah, Ganjar tidak langsung mencari pekerjaan hingga ia bertemu dengan Ibu Rukmini Kusuma Astuti, yang dikenal sebagai jenderal wanita asal Yogyakarta, yang pernah mengungkap kasus Sungkuning. Ibu Rukmini meminta Ganjar untuk pergi ke Jakarta. Dengan alasan ingin mengurusi kakak iparnya yang sakit terkena kanker rahim, Ganjar menolak ajakan Rukmini.

Setelah merasa dirinya mampu menyelesaikan segala urusan rumah tangga kakak iparnya, Ganjar pun pergi ke Jakarta saat salah satu temannya mengajaknya untuk bergabung dalam suatu proyek pelatihan Sumber Daya Manusia yang sedang dibangun saat itu. Hingga akhirnya ia berkenalan dengan pak Chacuk Sudaryanto yang sudah memiliki pelatihan diluar kelas, yang kemudian Ganjar diajarkan untuk membuat pelatihan diluar seperti Outbound.

Disore hari selain ia harus bekerja di pagi hari, Ganjar selalu menemui Ibu Rukmini yang saat itu sedang sakit di Rumah Sakit Gatot Subroto yang kemudian mengajak Ganjar untuk menemui Ibu Megawati, dengan arahan dari Soetardjoarjo Soerjoegoeritno.

Tanpa mengenalkan diri sebagai anak siapa-siapa, Ganjar justru dikenal sebagai anak Ibu Rukmini Kusuma Astuti. Dan setiap malam, Ganjar akan selalu bertemu dengan Megawati, hingga akhirnya sebelum Ibu Rukmini meninggal karena penyakit kanker pita suara.

Ibu Rukmini sempat mengirimkan surat kepada Ibu Megawati melalui Ganjar Pranowo. Ia berpesan, “ kamu sampaikan pada mbakyu-mu, untuk agar hati-hati, karena ini ada oka sinaga merah” dalam sebuah surat yang disampaikan kepada Megawati. Dan Megawati menjadi pelawat pertama disaat Ibu Rukmini Kusuma Astuti meninggal dunia.

Pada kejadian sebelum tanggal 27 Juli yaitu disaat jatuhnya masa pemerintahan Soeharto, dengan mulai bermunculannya gerakan anti-Soeharto. Ganjar mulai membuat aktivitas demo ke daerah-daerah dengan membawa slogan “ Mega mu, Mega ku, Megawati ” yang berada didalam kaos berwarna hitam dengan tulisan tinta merah.

Ganjar sempat dilarang oleh ayahnya, seorang tentara, karena tergabung dalam aktivitas demo tersebut, dan sang ayah yang saat itu justru membela partai Golkar, sebagai partai koalisi. Walau Ganjar dan sang ayah sempat bersitegang dikarenakan, tekad Ganjar yang tetap ikut bergabung dalam partai PDI Perjuangan.

Namun beberapa tahun kemudian setelah Ganjar dilantik sebagai anggota DPR yang berasal dari fraksi partai PDI Perjuangan, sang ayah mengakui kemampuan dan kebenaran yang dikatakan Ganjar beberapa tahun lalu.

Saat situasi politik memanas, Ganjar sedang berada di Yogyakarta dan mendapat pesan dari temannya di Jakarta. Pada tanggal 28 Mei Ganjar kembali ke Jakarta menyusul beberapa teman-temannya yang sedang menghadapi situasi politik yang memanas.

Pada tahun 1998 Ganjar dan teman-teman seperjuangannya dari Universitas Gajah Mada membuat posko di DPR. Bersama dengan anak dari Ibu Rukmini, Ganjar juga membuat posko di daerah Tanah Abang 3 yang bersebelahan dengan CSIS.

Saat itu, Ganjar tidak pernah berpikir politis, hanya tetap memikirkan bagaimana mencari uang, namun tetap berjalan seperti apa adanya menjalani hidup. Ganjar pernah hidup menjadi seorang anak kos, dengan menempati ruangan kos yang terbilang sangat sempit di daerah Tanah Abang 3.

Hingga suatu hari Ganjar bergabung dalam diklat di partai politiknya. Dan pada tahun 2002 hingga 2003, Ganjar menghabiskan waktu untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan partai secara total. Dan pada tahun 2004, dengan dorongan dari teman-teman Ganjar, ia pun ikut mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR. Dengan nomor urut 3 dari daerah pilihan jawa tengah 7, karena daerah asal Purbalingga.

Awalnya Ganjar tidak terpilih menjadi calon dari daerah pilihan tersebut, namun karena salah satu kandidat bernama Yacob Tobing yang secara kebetulan dilantik menjadi Duta Besar di Korea Selatan, maka Ganjar Pranowo masuk dalam pencalonan untuk menggantikan Yacob Tobing.

Pertama kali masuk menjadi anggota DPR, Ganjar Pranowo ditempatkan di Komisi 4. Dengan gelar sarjana hukum yang menyulitkan Ganjar untuk dapat belajar lebih banyak mengenai bidang yang dihadapi di Komisi 4. Dengan banyak membaca dan mengenal teman-teman yang memiliki bidang tersebut. Ganjar banyak bertanya mengenai politik Pertanian, Kelautan dan Perikanan, serta tentang Kehutanan, sekitar 6 bulan Ganjar masih belum dapat mengerti mengenai bidang yang ada di Komisi 4.

Sejak saat itu, partainya menyadari bahwa bidang yang sangat dipahaminya adalah dibidang politik sehingga ia ditempatkan di Komisi 2 yang dianggap sangat mampu menggeluti bidang politik. Dan pada periode kedua, Ganjar dipilih menjadi Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI.

Kesan yang diterima Ganjar setelah menjadi anggota DPR RI, Ganjar melihat situasi dan kondisi yang dihadapi Indonesia adalah masih berada dalam masa disorientasi, yaitu masa pembangunan yang tidak jelas. Ganjar menyakini bahwa partai politik di Indonesia saat ini belum efektif, akibatnya jabatan politik yang berada dari partai politik ternyata belum bisa melahirkan orang-orang yang memiliki politisi tinggi.

 

Langkah Awal Politik Ganjar Pranowo

You May Also Like

About the Author: Arsip Digital

Berbagi informasi dan pengetahuan dalam arsip digital online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *